C.V. WAHANA FIBERGLASS adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan kapal fiberglass dengan berbagai jenis dan ukuran. Berdiri sejak 1979 di Ambon, produksi kami dimulai dengan pembuatan boat untuk memancing. Kemudian terus berkembang untuk membuat kapal penumpang, kapal penangkap ikan, dan speed boat untuk berbagai keperluan. Produksi kami meningkat untuk kebutuhan kalangan nelayan, perorangan, pariwisata, dan pengusaha atau perusahaan. Demikian juga untuk keperluan instansi pemerintah seperti; Kesatuan Polair, Departemen Kesehatan (Depkes), Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud), serta Koperasi (KUD),
Pada tahun 1996-1997 C.V. WAHANA FIBERGLASS menerima piala PARAMAKARYA yang diberikan langsung oleh mantan Presiden R.I. Soeharto sebagai penghargaan di bidang produktivitas.
Pada tahun 1996-1997 C.V. WAHANA FIBERGLASS menerima piala PARAMAKARYA yang diberikan langsung oleh mantan Presiden R.I. Soeharto sebagai penghargaan di bidang produktivitas.
Adapun produk-produk yang telah dihasilkan selama ini adalah sebagai berikut :
Speed Boat, Long Boat berbagai ukuran untuk :
- Puskesmas Keliling (medical service)
- Patroli
- Penumpang
- Sport Fishing
Kapal Penangkap Ikan :
- Pole and Line
- Cargo Fresh Tuna
- Mini Purse Seiner
- Multi-purpose
Lain-lain :
- Kapal Cargo
- Kapal Pariwisata
- Kapal Penumpang
- Kapal Kerja (flat boat)
- Pelampung Pemeliharaan Mutiara (Keramba)
- Tangki & Talang Air
- Cool Box
- Life Buoys
- Bak Sampah
- Car body parts
PROFIL :
Nama : C.V. WAHANA FIBERGLASS
Workshop :
- AMBON. MALUKU.
- DADAP, TANGERANG. JAWA BARAT. (METAL WORK)
- TANJUNG BURUNG, TANGERANG. JAWA BARAT.
Status : PERSEROAN KOMANDITER (CV)
Didirikan pada tahun 1979.
Banker : MANDIRI; DANAMON; BCA.
Dasar pendirian : C.V. WAHANA FIBERGLASS, didirikan berdasarkan
kebutuhan yang mendesak atas kapal-kapal penangkap ikan.
Tujuan :
- Membuat kapal penangkap ikan dari ukuran 10 ton sampai 60 ton.
- Membantu meningkatkan penghasilan para nelayan dari kapal-kapal tradisional ke kapal-kapal layak laut.
- Mengajak para pengusaha untuk berperan serta didalam mengembangkan dan meningkatkan kehidupan para nelayan.
- Selain menuju pada usaha yang bersifat komersil, juga menyokong seruan pemerintah untuk menggalakan komoditi expor non-migas.
- Menyerap tenaga-tenaga kerja terampil maupun semi terampil.
Target Produksi :
1. Kapal Penangkap Ikan.
2. Kapal Wisata / Plesir.
3. Kapal Penumpang.
4. Kapal Cargo.
Kelayakan :
· Diuji di Lab. Perkapalan UNPATTI, AMBON.
· Design dan analisa menggunakan Autocad dan Marine software dari Formation Design System.
Latar Belakang :
Indonesia adalah negara yang mempunyai wilayah perairan laut yang sangat luas dibandingkan dengan negara Asean lainnya. Sumber daya alam ini salah satunya menghasilkan ikan dan hasil perikanan lainnya. Oleh karenanya, pemerintah sangat mengintensifkan usaha penangkapan ikan dalam upaya mendapatkan pemasukan devisa yang lebih besar.
Data yang terdapat pada Dinas Perikanan pada tahun 1990an menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi ikan Tuna dan Cakalang yang sangat besar, yaitu 441,000 Ton / Tahun. Potensi tersebut belumlah terserap secara optimal, baru dapat dimanfaatkan sekitar 56,667 Ton. Dengan realisasi export sebanyak itu maka Indonesia baru mengambil bagian dalam 2.6% pemasaran dunia dari kedua jenis ikan tersebut.
TEKNOLOGI MODERN
Teknologi modern dikaitkan dengan kapal-kapal fiberglass yang tidak terlalu menggantungkan produksinya pada bahan-bahan hasil hutan seperti kayu, dan lama pembuatannya tidak memerlukan waktu yang panjang seperti halnya pembuatan kapal besi.
Kapal-kapal penangkap ikan yang terbuat dari fiberglass ini dibuat berdasarkan design yang diuji kelayakannya di laboratorium towing tank UNPATTI Ambon. Juga menggunakan marine software dari Formsys dan AutoCad.
Indonesia adalah negara yang mempunyai wilayah perairan laut yang sangat luas dibandingkan dengan negara Asean lainnya. Sumber daya alam ini salah satunya menghasilkan ikan dan hasil perikanan lainnya. Oleh karenanya, pemerintah sangat mengintensifkan usaha penangkapan ikan dalam upaya mendapatkan pemasukan devisa yang lebih besar.
Data yang terdapat pada Dinas Perikanan pada tahun 1990an menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi ikan Tuna dan Cakalang yang sangat besar, yaitu 441,000 Ton / Tahun. Potensi tersebut belumlah terserap secara optimal, baru dapat dimanfaatkan sekitar 56,667 Ton. Dengan realisasi export sebanyak itu maka Indonesia baru mengambil bagian dalam 2.6% pemasaran dunia dari kedua jenis ikan tersebut.
TEKNOLOGI MODERN
Teknologi modern dikaitkan dengan kapal-kapal fiberglass yang tidak terlalu menggantungkan produksinya pada bahan-bahan hasil hutan seperti kayu, dan lama pembuatannya tidak memerlukan waktu yang panjang seperti halnya pembuatan kapal besi.
Kapal-kapal penangkap ikan yang terbuat dari fiberglass ini dibuat berdasarkan design yang diuji kelayakannya di laboratorium towing tank UNPATTI Ambon. Juga menggunakan marine software dari Formsys dan AutoCad.
Current Production









No comments:
Post a Comment